Direktorat Pendidikan Agama Islam

Sekolah Iskandar Muda Buka Kelas Agama Bersama





Sumber foto: ypsim

Medan (Kemenag) – Sekolah Iskandar Muda Medan membuka Kelas Agama Bersama bagi para siswa SMA-nya. Kelas Agama Bersama bukan berupa materi pelajaran agama untuk dipelajari siswa berlatar beda dengan materi tersebut. Kelas tersebut berwujud kelas khusus untuk diskusi dan dialog siswa lintas agama berisi topik tentang keberagaman, moderasi, dan toleransi.

Pimpinan Sekolah Yayasan Perguruan Sultan Iskandar Muda Medan, Edy Jitro Sihombing menjelaskan, para guru di SMA Iskandar Muda aktif berpartisipasi dalam kelas khusus tersebut. “Kelas Agama Bersama bertujuan menanamkan ajaran agama yang inklusif, membahas topik tertentu yang relevan, dan difasilitasi guru lintas agama,” tuturnya di Medan (7/4/2022).

Edy Jitro Sihombing ditemui dalam kaitan pendalaman dan penggalian praktik baik moderasi beragama di sekolah yang dilaksanakan oleh Direktorat Pendidikan Agama Islam. Edy menjelaskan berbagai materi multikulturalisme dan pengayaan konsep moderasi beragama dalam bermacam bentuk praktik baik (best practices) yang di Sekolah Iskandar Muda (SIM).

Merespons praktik baik moderasi beragama di sekolah SIM, Direktur Pendidikan Agama Islam Amrullah memberikan dukungan dan pandangan positifnya mengenai kelas tersebut. “Kementerian Agama memberikan perhatian yang tinggi terhadap penguatan moderasi beragama. Kelas Agama Bersama tersebut memberi teladan yang baik mengenai perlunya mengelola dan menghargai perbedaan secara inspiratif dan inovatif,” terangnya (9/4/2022).

Kelas Agama Bersama yang dikembangkan Sekolah Iskandar Muda Medan melengkapi identitas dan terobosan unik lembaga ini. Selain Kelas Agama Bersama, berbagai kebijakan yang diarahkan untuk membangun nalar dan karakter multikultural mudah ditemui di satuan pendidikan yang berada dikawasan Sunggal ini, di antaranya adalah ketersediaan sarana rumah ibadah untuk empat agama (Islam, Katolik, Kristen, dan Hindu).

Dinilai sebagai sekolah multikultural pertama di Sumatera Utara, Sekolah Iskandar Muda Medan didirikan oleh Tang Sun pada 1987. “Multikulturalisme di lembaga kami dijalankan dengan mengedepankan pentingnya penghargaan terhadap kebhinekaan dan cinta tanah air,” kata Agus Rizal, Guru Pendidikan Agam Islam Sekolah Iskandar Muda Medan.

Agus Rizal menutup dialog dengan penuh rasa syukur. Pasalnya, berbagai pihak menilai penerapan kurikulum multikultural pada Sekolah Iskandar Muda Medan telah mampu mengajarkan moderasi beragama kepada para siswa. Dengan respons dan dukungan positif tersebut, pihak sekolah makin bersemangat membekali para siswa untuk mampu hidup berdampingan, hidup penuh dengan toleransi, dan saling menghargai. (Mar/Mif/Bah)

(01)