Direktorat Pendidikan Agama Islam

Asyiknya Belajar dan Mengajar Jarak Jauh


Ket. Foto: Hujrah Rafi'ah, S.Ag

(Guru TKIT Tidung Ceria, Tanatidung Kalimantan Utara)


Tidak pernah terbayangkan sebelumnya, bahwa suatu saat dunia yang kita tempati akan mengalami suatu wabah yang dampaknya mampu merubah berbagai aspek kehidupan manusia. Sebagai manusia, sangat wajar jika di awal wabah covid 19 ini menyebar, perasaan kaget dan sedih mengemuka.

Namun, seiring waktu yang terus berjalan, sebagai seorang pendidik kita tak boleh menyerah dengan situasi yang ada. Hal ini menjadi keniscayaan, karena sejatinya seorang guru adalah seorang pembelajar cepat dan seseorang yang diharapkan memiliki kreatifitas dan keinginan kuat untuk memberi segala kemampuannya untuk kebaikan anak didiknya.

Berangkat dari pemikiran dan idealitas tersebut, dalam waktu cepat kita harus berinovasi dan mempersiapkan berbagai cara agar peserta didik tidak ketinggalan pembelajaran meski harus tetap berada di rumah. Saat diputuskan bahwa pembelajaran dilaksanakan dengan jarak jauh, maka berbagai inovasi harus coba dituangkan.

Saya, sebagai guru PAI di TKIT Tidung Ceria, menyadari bahwa jenjang PAUD adalah jenjang pendidikan yang paling rentan terhadap dampak Covid-19. Hal ini karena usia dini adalah usia yang dipastikan paling sulit mengerti tentang pelaksanaan protokol kesehatan. Oleh karena itu, kebutuhan akan pembelajaran jarak jauh menjadi sangat penting.
Namun, di satu sisi yang lain kita menyadari bahwa mengajarkan anak usia dini dengan metode jarak jauh adalah pola yang idak mudah dan penuh tantangan.

Inisiatif personal

Berbekal semua aspek yang dibutuhkan dan berbagai kendala yang sudah diprediksi, saya berusaha merancang sebuah pola pembelajaran semenarik mungkin. Setelah sepakat bersama orang tua murid melalui pertemuan komite, maka pembelajaran disepakati menggunakan metode luring dan daring.

Kami merancang pola tersebut dengan mengirimkan rencana kegiatan orang tua bersama ananda di rumah, baik yang luring dan daring. Di dalam rancangan tersebut, saya juga menyampaikan segala pembiasaan baik yang diharapkan dilaksanakan ananda selama di rumah, seperti berwudhu, salat dhuha, hafalan surat dalam Al Quran, hafalan hadits, hafalan doa, dan sebagainya.

Dari semua rancangan yang kami susun tersebut, salah satu yang paling menarik menurut saya adalah saat pembelajaran daring. Pembelajaran daring ini dibagi dua, yaitu daring dengan tatap muka dan tanpa tatap muka. Pertemuan daring tatap muka, bagi siswa baru, adalah pengalaman baru bagi mereka yang merupakan hal sangat berkesan bagi saya.
Saat pertama bertemu dalam daring tatap muka melalui zoom meeting, beberapa siswa terlihat masih sangat canggung. Itu kondisi yang wajar, sebab merupakan pertemuan pertama. Meski daring, kegiatan tetap dimulai dengan doa dan bernyanyi serta bertepuk tangan agar ananda bersemangat.

Dalam proses itu, tidak lupa juga melafalkan asmaul husna dengan menggunakan gerakan, sehingga otak kanan dan kirinya juga terstimulasi dengan baik. Ekspresi ananda di awal pertemuan terlihat ada yang diam menatap layar hp orangtuanya, ada yang bersembunyi di bawah meja, ada yang berlari-lari riang mendengar suara kami bernyanyi, serta berbagai ekspresi lainnya.

Mengenal huruf hijaiyah

Setelah semua kegiatan pembuka selesai, ananda mulai mengenal huruf hijaiyah. Di sini, saya menggunakan kartu flash di mana ananda melihat di layar telepon atau laptop, kemudian menirukan cara membacanya. Cara ini, setelah beberapa pertemuan, cukup efektif mengenalkan huruf hijaiyah kepada siswa di rumah.

Kartu yang digunakan adalah kartu yang warnanya menarik dan tulisannya cukup jelas sehingga ananda dapat fokus saat belajar. Tentunya, jangan lupa metode pengulangan adalah metode yang cukup efektif untuk anak usia dini. Satu huruf dapat diulang beberapa pekan sehingga ananda dapat mengingatnya lebih baik lagi.

Setelah mengenal huruf hijaiyah, ananda dikenalkan dengan kegiatan lainnya seperti kegiatan mewarnai , melukis serta menyusun benda membentuk sebuah huruf, dan lain lain. Pertemuan yang maksimal 40 menit cukup efektif membuat ananda betah belajar. Hal ini terlihat dari evaluasi, seperti disampaikan para orang tua, bahwa saat libur zoom meeting, ananda malah menagih pembelajaran. Artinya, ananda mulai mengerti bahwa ada pertemuan saat jam tertentu dan di hari belajar yang mereka rindukan.

Kondisi ini membuat saya sebagai seorang pendidik merasa sangat bersyukur. Dalam masa pandemik ini, kami masih menemukan secercah harapan bagi kegiatan pembelajaran anak usia dini yang tidak mudah ini.

Mengajar dan belajar yang dirindukan

Seperti bintang di malam hari yang begitu indah, kegiatan zoom meeting bersama ananda menjadi kegiatan yang kami rindukan juga, sebab di sinilah kerinduan kami dapat tersampaikan meski dalam keterbatasan kondisi pandemik. Kami dapat mendengarkan celotehan ananda, melihat senyum dan tawa mereka, juga ekspresi mereka saat mempraktekkan apa yang kami ajarkan.

Dalam situasi ini, kami bersyukur dipertemukan dengan orang tua murid yang sejiwa dengan kami, mengerti pentingnya kegiatan pembelajaran jarak jauh, hingga membantu ananda dalam pembelajaran di rumah dengan menyiapkan perlengkapan serta menemani ananda saat pembelajaran di rumah. Pembelajaran di rumah sesungguhnya sulit berhasil jika tidak terbentuk kerja sama yang baik antara guru dan orang tua.

Dalam semua keterbatasan ini, saya yakin bahwa selalu ada hikmah di balik ujian Allah SWT dengan wabah ini. Orang tua yang tadinya kurang peduli terhadap proses pembelajaran ananda, saat ini lebih perhatian lagi. Bagi kami sebagai pendidik, situasi ini mengajarkan kami untuk lebih kreatif dan inovatif dengan menggunakan berbagai teknologi yang ada, yang dulunya jarang kami lirik.

Sesungguhnya, harapan kami adalah sebagaimana harapan kita semua, yakni agar wabah ini segera berlalu. Dengan begitu, pembelajaran dapat berjalan normal kembali sebagaimana seharusnya dengan tatap muka di sekolah. Bagaimanapun, pembelajaran di sekolah tidak akan tergantikan.

Dalam pembelajaran di sekolah, ananda tidak hanya belajar akademik, namun juga belajar tentang pembentukan karakter, sambil bermain dan belajar bersama guru dan teman teman. Dalam belajar bersama guru, ada keberkahan menuntut ilmu yang sangat didamba ananda.

Semoga situasi wabah ini cepat berakhir, dan kita semua dapat mengambil hikmah dari ujian ini.
Aamiin Ya Robbal Aalamiin.....

(Tim Media PAI)