Minggu, 26 Maret 2017






PT Berbasis Pesantren Lebih Unggul

"Bagi perguruan tinggi dengan kultur pesantren, pendidikan mesti progresif, kontekstual dan lulusannya mampu bersaing," kata Alissa saat menjadi pembicara kunci dalam prosesi wisuda ke-5 Institut Pesantren Mathaliul Falah (Ipmafa) Pati, Sabtu (13/8).

Ia menilai, pendidikan tinggi berbasis pesantren yang dimiliki Ipmafa, memiliki keunggulan, di antaranya sikap jujur, amanah, dan menolong, serta senantiasa membentuk sikap mandiri sebagaimana yang terdapat dalam sisitem pendidikan pesantren.

Terlebih, pesantren merupakan sistem pendidikan tertua di Indonesia, yang tidak hanya menjadi poros pendidikan keagamaan, namun lebih dari itu memiliki keunikan kurikulum yang khas dengan lokalitas dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Rektor Ipmafa Pati Abdul Ghofar Rozin dan anggota senat mewisuda 192 wisudawan.

Dari jumlah itu 65 wisudawan dari Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA), 84 wisudawan Prodi Pendidikan Guru Raudlatul Athfal (PGRA), 38 wisudawan Prodi Perbankan Syariah (PS), dan lima wisudawan Prodi Pengembangan Masyarakat Islam (PMI). Dari 192 wisudawan tersebut, delapan terbaik di antaranya menerima piagam dan beasiswa sebagai bentuk apresiasi dari almamater dan lembagalembaga mitra Ipmafa.

Diupload oleh : hans (-) | Kategori: Berita Koran Pendidikan | Tanggal: 15-08-2016 10:31



Baca juga dalam Kategori yang Sama:






©2008 - 2015 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam - Kementerian Agama Republik Indonesia
Halaman ini diproses dalam waktu 0.002526 detik