Sabtu, 25 Februari 2017






Muhadjir Ingin Ada Kajian, Puan Minta Dibatalkan

"Dari hasil itu akan dilihat kekurangan dan kelebihan. Bila layak diterapkan," ucap dia saat meninjau SMK Leonardo Klaten, Rabu (10/8).

Sebaliknya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani dengan tegas mengatakan wacana full day school tersebut harus dibatalkan. "Masih perlu kajian mendalam terkait wacana tersebut menyangkut kesiapan penerapan kebijakan," ungkap Puan saat di Solo.

Bagi dia, penerapan program tersebut akan melibatkan banyak pihak, baik itu sekolah, tenaga pengajar, orang tua, serta murid. Perlu dilihat apakah semua sudah siap dengan kebijakan tersebut, terutama bagi siswa. "Ada beda pendapat dalam pengertian full day school.

Di mana Mendikbud mengatakan siswa tidak full belajar seperti robot, tapi diberi kegiatan ekstrakurikuler yang mendidik dan menyenangkan seusai sekolah,"ucap Puan. Bagi Muhadjir, penolakan dianggapnya hal yang wajar terjadi pada sesuatu yang baru.

Namun, setelah wacana itu dilontarkan sudah terlihat respons masyarakat, banyak yang menanggapi bagus, namun banyak juga yang negatif. Semua masukan itu akan dipelajari dahulu, karena ide itu tidak harus tergesa-gesa.

"Sesuai dengan saran Pak JK (Wapres Jusuf Kalla) supaya nanti dibuat pilot project. Pak Presiden juga menyarankan agar dipelajari betul. Bu Menko PMK juga barusan telepon untuk menyampaikan hal itu, semua ditanya wartawan soal itu, tidak hanya saya,"kata Mandikbud.

Pada proyek percontohan, akan dipilih sekolah di beberapa kabupaten untuk representasi dari berbagai macam variasi dan berbagai macam perbedaan. Pemilihannya dilakukan secara acak (random). "Tidak usah bilang target-target, pokoknya ini masih dipelajari,"tegas dia.

Pendidikan Karakter

Sebagai pembantu presiden, dia harus mendukung visi Nawa Cita yang mengamanatkan agar pendidikan karakter ditekankan pada pendidikan dasar. Di dalam tegas sekali disebutkan bahwa untuk SD 70 persen adalah pendidikan karakter, sedangkan 30 persen pengetahuan. Untuk SMP, 60 persen pendidikan karakter dan 40 persen pengetahuan.

"Full day school ini bukan seperti yang dibayangkan. Pendidikan karakter tidak hanya diajarkan lewat pelajaran saja. Ada yang bilang full day school bisa mematikan TPA dan TPQ, justru anak yang sudah ikut TPA bisa disinergikan dengan kegiatan sekolah.

Jadi siswa tidak harus berada di sekolah, tapi berada dalam tanggung jawab sekolah," tegas Mendikbud. Sementara sampai kemarin, muncul petisi penolakan full day school yang telah ditandatangani 14.698 orang.

Seorang orangtua siswa, Deddy Mahyarto Kresnoputro, menggagas sebuah petisi "Tolak Pendidikan "Full Day"/Sehari Penuh di Indonesia" di www.change.org. Muhadjir Effendy melanjutkan, kementeriannya akan membatalkan rencana perpanjangan jam sekolah dasar dan menengah jika masyarakat keberatan.

Perpanjangan jam sekolah itu bertujuan memperpendek waktu di luar sekolah. Dengan waktu panjang di sekolah, siswa mendapat tambahan jam untuk belajar pendidikan karakter budi pekerti dari para guru.

"Jika memang belum dapat dilaksanakan, saya akan menarik rencana itu dan mencari pendekatan lain," kata dia. "Masyarakat harus mengkritik gagasan ini, jangan keputusan sudah saya buat kemudian merasa tidak cocok."(F5,ant-90)

Diupload oleh : hans (-) | Kategori: Berita Koran Pendidikan | Tanggal: 12-08-2016 07:50



Baca juga dalam Kategori yang Sama:






©2008 - 2015 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam - Kementerian Agama Republik Indonesia
Halaman ini diproses dalam waktu 0.001863 detik